AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Anton Suhartono
Menlu AS Marco Rubio menuduh WHO telat mengidentifikasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telat mengidentifikasi wabah Ebola yang mematikan di Republik Demokratik Kongo. Wabah Ebola strain baru di Kongo telah merenggut sedikitnya 100 nyawa.

AS, di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, menghentkan pendanaan untuk badan PBB tersebut, bahkan menarik keanggotaan negara.

“Yang terdepan jelas adalah CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan Organisasi Kesehatan Dunia, sayangnya agak terlambat mengidentifikasi hal ini,” kata Rubio, merespons pertanyaan jurnalis terkait wabah Ebola yang telah ditetapkan WHO sebagai darurat global, dikutip Rabu (20/5/2026).

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, saat dimintai penjelasan mengenai pernyataan Rubio itu, mengatakan WHO membutuhkan waktu 10 hari untuk mengonfirmasi wabah Ebola.

“Sekarang kita sudah 4 hari dalam merespons, seharusnya bisa 14 hari,” kata pejabat yang meminta identitasnya tak dipublikasikan itu, dikutip dari AFP.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Balas Trump, Giliran Iran Klaim California Wilayah Negaranya

13 jam lalu

Trump Semprot Presiden Korsel Lee karena Tak Mau Bantu AS Perang Lawan Iran

14 jam lalu

Iran Ancam Negara-Negara Arab yang Bantu AS Serang Negaranya

18 jam lalu

Trump: Iran Sebaiknya Menyerah, Kibarkan Bendera Putih!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal