AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Anton Suhartono
Menlu AS Marco Rubio menuduh WHO telat mengidentifikasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Foto: AP)

"(WHO) Telah gagal berkali-kali. Jelas, semua orang sudah sangat familiar dengan apa yang mereka lakukan, menutupi pandemi Covid-19 untuk Partai Komunis China,” katanya, menambahkan.

WHO membantah tuduhan AS bahwa mereka terlalu lunak terhadap China atau membiarkan negara itu menyembunyikan wabah Covid.

Deplu AS pada Selasa (19/5/2026) mengumumkan akan mendanai hingga 50 pusat perawatan Ebola di Kongo atau Uganda melalui pendanaan awal sekitar 13 juta dolar AS.

Rubio mengatakan, sulit untuk mendatangi daerah-daerah terdampak Ebola karena berada di tempat yang sulit dijangkau akibat perang, saudara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
21 jam lalu

AS Usir Menlu Iran Abbas Araghchi

23 jam lalu

Trump Klaim Iran Batalkan Rencana Bikin Senjata Nuklir

1 hari lalu

AS Bisa Serang Kanada? PM Carney Ungkap Persiapan Rahasia Hadapi Skenario Terburuk

1 hari lalu

Pesawat Ambulans Bawa Pasien Hilang Kontak Setelah Meninggalkan Bermuda Menuju AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal