AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Anton Suhartono
Menlu AS Marco Rubio menuduh WHO telat mengidentifikasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Foto: AP)

"(WHO) Telah gagal berkali-kali. Jelas, semua orang sudah sangat familiar dengan apa yang mereka lakukan, menutupi pandemi Covid-19 untuk Partai Komunis China,” katanya, menambahkan.

WHO membantah tuduhan AS bahwa mereka terlalu lunak terhadap China atau membiarkan negara itu menyembunyikan wabah Covid.

Deplu AS pada Selasa (19/5/2026) mengumumkan akan mendanai hingga 50 pusat perawatan Ebola di Kongo atau Uganda melalui pendanaan awal sekitar 13 juta dolar AS.

Rubio mengatakan, sulit untuk mendatangi daerah-daerah terdampak Ebola karena berada di tempat yang sulit dijangkau akibat perang, saudara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal