AS Usul ke PBB Sanksi Baru untuk Korut gara-gara Uji Coba Rudal

Ahmad Islamy Jamil
Rudal hipersonik yang ditembakkan Korut dalam uji coba persenjataan, beberapa waktu lalu. (Foto: KCNA/ AP)

Kepala Staf Gabungan Tentara Korea Selatan pada Selasa (11/1/2022) menyatakan, rudal terakhir yang diuji Pyongyang lebih canggih daripada pekan lalu. Namun, mereka mengklaim sistem pertahanan Korea Selatan sudah dilengkapi dengan baik untuk mendeteksi dan mencegat rudal tersebut.

“Proyektil (Korut) itu memiliki jangkauan lebih dari 700 km, ketinggian maksimum sekitar 60 km, dan kecepatan maksimum sekitar Mach 10. Kami memperkirakan bahwa (proyektil) yang diluncurkan Korea Utara kali ini lebih canggih daripada yang ditembakkan pada pada 5 Januari lalu,” kata  Kepala Staf Gabungan Tentara Korsel.

Pada Senin (10/1/2022), Albania, Prancis, Irlandia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengutuk peluncuran rudal Korut pada 5 Januari lalu. Keenam negara itu menyatakan, pengembangan senjata pemusnah massal Pyongyang terus-menerus membahayakan stabilitas regional dan internasional dengan meningkatkan risiko “salah perhitungan dan eskalasi”. 

Negara-negara tersebut juga mendesak Korea Utara untuk meninggalkan program rudal balistiknya, dan berdialog untuk mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat

57 tahun lalu

AS Berhenti Serang Iran, Trump Beri Instruksi Lanjutkan Perundingan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal