Aset Rusia Rp4.600 Triliun Dibekukan Barat, Moskow: Bukti Dunia Perlu Menjauh dari Dolar!

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi mata uang dolar AS. (Foto: Freepik)

ST PETERSBURG, iNews.id - Langkah negara-negara Barat memblokir sekitar 300 miliar dolar AS aset negara Rusia di luar negeri menunjukkan bahwa dunia perlu berpaling dari mata uang Amerika itu. Pandangn tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, hari ini.

"Pemblokiran aset Rusia menunjukkan bahwa dunia perlu menjauh dari dolar," kata mantan menteri pertahanan Rusia itu dalam pertemuan pejabat keamanan tinggi BRICS di St Petersburg, Rusia, Selasa (10/8/2024).

Shoigu menuturkan, potensi ekonomi kelompok BRICS yang merupakan negara-negara ekonomi berkembang utama di dunia akan terus tumbuh. Karena itu, dia yakin blok tersebut bisa mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi mereka.

BRICS didirikan pada 2009 sebagai platform kerja sama bagi negara-negara ekonomi berkembang terbesar di dunia, yang menyatukan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Rusia memangku jabatan presiden bergilir blok tersebut pada tahun ini. 

Keanggotaan BRICS kini juga semakin diperluas dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Belum lama ini Malaysia dan Turki juga mengajukan diri untuk menjadi anggota blok itu.

Negara-negara Barat membekukan aset Rusia dengan nilai total 300 miliar dolar AS (lebih dari Rp4.635,4 triliun) menyusul agresi militer Moskow di Ukraina pada Februari 2022. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
15 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
22 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
22 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal