Aung San Suu Kyi Calonkan Diri Lagi Jadi Pemimpin Myanmar

Anton Suhartono
Aung San Suu Kyi mencalonkan diri kembali menjadi pemimpin Myanmar (Foto: AFP)

Meski demikian, namanya tetap populer di dalam negeri. Rakyat Myanmar tampaknya tak mempermasalahkan sorotan dunia atas kekejaman terhadap kelompok minoritas Rohingya.

Pada Januari, Suu Kyi mengakui bahwa kejahatan perang mungkin dilakukan terhadap Rohingya, namun membantah adanya genosida. Peraih Nobel Perdamaian itu menuduh para pengungsi Rohingya melebih-lebihkan pelanggaran terhadap mereka.

Pada akhir 2019, Suu Kyi mewakili sendiri pemerintah Myanmar dalam sidang gugatan yang diajukan Gambia ke Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda. Gambia, mewakili negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), menuduh Myanmar melanggar Konvensi 1948 dengan melakukan genosida yang berkelanjutan terhadap etnis Rohingya.

Dalam putusan pada Januari 2020, Pengadilan Internasional memerintahkan Myanmar mengambil semua langkah untuk mencegah genosida terhadap muslim Rohingya.

"Myanmar harus mengambil semua langkah dalam kekuasaannya untuk mencegah semua tindakan yang dijelaskan oleh konvensi," kata Hakim Ketua, Abdulqawi Ahmed Yusuf.

Pengadilan memerintahkan Myanmar melaporkan kembali perkembangannya dalam waktu 4 bulan, dan kemudian setiap 6 bulan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Akademisi Usul Pemilu Tak Pakai e-Voting, Rawan Di-hack

Nasional
1 hari lalu

Prabowo: Kalau Tidak Suka sama Saya, Silakan 2029 Bertarung

Destinasi
2 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
3 hari lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal