"Mendesak pimpinan militer untuk menghormati keinginan rakyat Myanmar," kata seorang juru bicara PBB, Stephane Dujarric.
Menurut dia, peristiwa ini merupakan pukulan serius bagi reformasi demokrasi.
"Semua pemimpin harus bertindak demi kepentingan lebih besar dari reformasi demokrasi Myanmar, terlibat dalam dialog yang bermakna, menahan diri dari kekerasan, dan menghormati Stephane sepenuhnya hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan mendasar," kata dia.