Australia Batalkan Kontrak Kapal Selam, Macron: Tak Berdampak Besar bagi Prancis

Anton Suhartono
Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

"Ini memberikan kontribusi untuk keamanan Eropa, memperkuat otonomi strategis dan kedaulatan Eropa, untuk perdamaian dan keamanan internasional," ujar Macron, saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis.

Pada kesempatan itu Mitsotakis mengatakan perjanjian akan mengikat kedua negara selama beberapa dekade.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Yunani juga memiliki opsi untuk membeli frigate keempat dari Prancis. Sebelumnya Yunani juga memesan sekitar 24 jet tempur Rafale buatan perusahaan pertahanan Dassault, menjadikannya sebagai negara Uni Eropa pertama yang membeli pesawat tempur tersebut.

Media Prancis melaporkan kesepakatan dengan Yunani bernilai 5 miliar euro, bisa mengurangi kerugian akibat pembatalan kontrak Australia dengan Naval Group, perusahaan yang seharusnya membangun kapal selam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!

57 tahun lalu

Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal