Australia Batalkan Kontrak Kapal Selam, Macron: Tak Berdampak Besar bagi Prancis

Anton Suhartono
Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

"Ini memberikan kontribusi untuk keamanan Eropa, memperkuat otonomi strategis dan kedaulatan Eropa, untuk perdamaian dan keamanan internasional," ujar Macron, saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis.

Pada kesempatan itu Mitsotakis mengatakan perjanjian akan mengikat kedua negara selama beberapa dekade.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Yunani juga memiliki opsi untuk membeli frigate keempat dari Prancis. Sebelumnya Yunani juga memesan sekitar 24 jet tempur Rafale buatan perusahaan pertahanan Dassault, menjadikannya sebagai negara Uni Eropa pertama yang membeli pesawat tempur tersebut.

Media Prancis melaporkan kesepakatan dengan Yunani bernilai 5 miliar euro, bisa mengurangi kerugian akibat pembatalan kontrak Australia dengan Naval Group, perusahaan yang seharusnya membangun kapal selam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

13 hari lalu

Kavinsky Pencipta Nightcall Soundtrack Ikonik Film Drive Meninggal Dunia, Macron Berduka

14 hari lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

15 hari lalu

Delegasi AS Walk Out saat Dubes Prancis Pidato di Sidang Dewan Keamanan PBB, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal