Australia Batalkan Kontrak Kapal Selam, Macron: Tak Berdampak Besar bagi Prancis

Anton Suhartono
Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

PARIS, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron menegaskan pembatalan kontrak kapal selam oleh Australia tak akan berdampak besar bagi negaranya. Dia juga memastikan persoalan ini tak mengubah strategi Prancis terhadap Indo-Pasifik.

Australia membatalkan kontrak pengadaan kapal selam dari Prancis yang diteken pada 2016 lalu. Sebagai gantinya Australia menjalin kemitraan keamanan baru dengan Amerika Serikat dan Inggris (AUKUS). Buah dari keputusan itu Australia mendapat akses teknologi untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Macron juga mengatakan pembatalan ini memang akan berdampak bagi ratusan pekerja, namun bersifat terbatas.

Sementara itu Macron mengumumkan Yunani menjalin kesepakatan untuk membeli tiga kapal perang frigate baru.

Pakta kerja sama pertahanan dan keamanan strategis yang ditandatangani pemimpin kedua negara juga bagian dari upaya untuk meningkatkan kemandirian militer Eropa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

13 hari lalu

Kavinsky Pencipta Nightcall Soundtrack Ikonik Film Drive Meninggal Dunia, Macron Berduka

14 hari lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

15 hari lalu

Delegasi AS Walk Out saat Dubes Prancis Pidato di Sidang Dewan Keamanan PBB, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal