Azerbaijan Tuduh Prancis Buka Jalan Perang Baru dengan Persenjatai Armenia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. (Foto: Reuters)

Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua kali dalam tiga dekade terakhir. Namun, Aliyev meraih kemenangan besar pada September lalu dengan merebut kembali wilayah Karabakh di Azerbaijan, tempat etnik Armenia menikmati kemerdekaan de facto sejak awal 1990-an. Lebih dari 100.000 dari mereka telah melarikan diri ke Armenia.

Azerbaijan kini berada dalam posisi yang kuat untuk mendapatkan kesepakatan damai yang menguntungkan dengan Armenia. Baku pun telah mengambil tindakan yang semakin keras terhadap negara-negara Barat, terutama Prancis dan Amerika Serikat—yang memiliki komunitas etnik Armenia yang besar dan memberi simpati terhadap Yerevan.

Menyoroti memburuknya hubungan, Aliyev mengatakan dalam pidato hari Selasa bahwa Prancis bertanggung jawab atas sebagian besar “kejahatan berdarah dalam sejarah kolonial kemanusiaan”.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
23 jam lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

10 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

10 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

10 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal