Menurut Yucot, warga tak menyiapkan langkah preventif karena Usman bukan topan yang membawa angin kencang. Sistem peringatan bencana yang dibuat pemerintah pun tak memasukkannya dalam kategori topan.
"Masyarakat terlalu percaya diri karena mereka dalam suasana liburan Natal dan tidak ada peringatan badai siklon tropis," kata Yucot.
Meskipun Usman sudah bergerak ke barat, banyak daerah yang masih terdampak dengan sisa-sisa hujan. Hingga saat ini masih ada 17 orang yang dilaporkan hilang dan 40.000 lainnya mengungsi.
Filipina diterjang topan dan badai rata-rata 20 kali setiap tahun, menewasan ratusan orang dan membuat jutaan warga terdampak.