IRGC menyatakan serangan rudal balistik tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas gempuran AS terhadap sebuah kediaman yang melangsungkan pesta pernikahan di Kota Sirik, Hormozgan, Iran.
Selanjutnya, Angkatan Darat Iran mengumumkan serangan drone menargetkan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.
Departemen Hubungan Masyarakat Angkatan Darat menyatakan, serangan tersebut merupakan bagian dari tahap ke-29 Operasi Saeeqah.
Militer Iran menargetkan instalasi radar dan pusat konsentrasi pasukan AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa melalui serangan drone besar-besaran.
Otoritas Iran menyebut Sheikh Isa sebagai fasilitas militer AS yang vital di Teluk Persia. Pangkalan tersebut digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan helikopter serta komponen drone, sekaligus menjadi pangkalan bagi pesawat pengintai.