Bayi Meninggal Setelah Diberi Gas Tertawa oleh Dokter, Dikira Oksigen

Anton Suhartono
Bayi yang baru saja dilahirkan meninggal setelah dokter secara tak sengaja memberinya gas tertawa, seharusnya oksigen (Foto: Reuters)

Kepergian korban sangat memukul Sonya dan suami, Youssef. Bahkan 5 tahun setelah kejadian, mereka masih rutin mendatangi kamar korban untuk menengok ranjangnya.

"Saya pulang dan melihat kamarnya, tidak ada bayi. Saya masuk (rumah sakit) dengan tangan kosong mengira akan menggendong bayi yang baru lahir, tapi tidak," kata Sonya yang juga sudah memiliki tiga anak.

Laporan mengungkap, beberapa pekan sebelum kematian John, bayi lain juga mengalami kerusakan otak permanen setelah secara tidak sengaja diberi gas tertawa di ruang operasi yang sama.

Gas tertawa sebenarnya lazim digunakan dalam dunia medis, termasuk persalinan. Gunanya untuk mengurangi sakit pada ibu yang melahirkan. Namun pemberiannya harus sesuai takaran karena bisa berakibat buruk jika salah dosis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
9 hari lalu

Kisah Haru Bayi dan Ibu di Aceh Tamiang, Dievakuasi dari Pengungsian ke RS di Medan

Internasional
19 hari lalu

Israel Tuding Negara-Negara Barat Gagal Lindungi Orang Yahudi

Internasional
22 hari lalu

Pria Muslim yang Cegah Penembakan Komunitas Yahudi di Australia Dapat Sumbangan Rp27 Miliar

Internasional
25 hari lalu

Dikaitkan dengan Penembakan di Australia, Filipina Tegaskan Bukan Basis Latihan ISIS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal