Beberapa Negara Tolak Teken Komunike Bersama KTT Perdamaian Ukraina, Ada Saudi dan Brasil

Anton Suhartono
Konferensi perdamaian Ukraina yang digelar di Swiss berakhir Minggu (16/6) menghasilkan komunike bersama, namun tak diteken oleh semua peserta (Foto: Reuters)

Dokumen tersebut juga menyerukan agar kendali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dikembalikan ke Ukraina setelah dikuasai Rusia. Selain itu Ukraina harus mendapatkan kembali akses terhadap pelabuhan Azov.

Pemerintah Swiss awalnya berharap deklarasi KTT perdamaian Ukraina mendapat didukung dengan suara bulat oleh para peserta.

Konferensi perdamaian ini tak mengundang Rusia. Vladimir Khokhlov, juru bicara Kedutaan Besar Rusia untuk Swiss mengatakan kepada Sputnik, meski mendapat undangan, pemerintahannya dipastikan tidak akan menghadiri konferensi tersebut.

Sementara itu Presiden Vladimir Putin, dalam pernyataan yang disampaikan Kremlin, menegaskan komunike bersama pada konferensi perdamaian Ukraina bukanlah ultimatum, namun hanya sebagai respons terhadap situasi saat ini.

“Ini bukan ultimatum, ini adalah inisiatif damai yang dibuat dengan mempertimbangkan kenyataan di lapangan,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, mengulangi pernyataan Putin, dalam wawacara dengan Rossiya 1.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal