Begini Cara Tokyo Kurangi Kepadatan Penumpang Kereta di Jam Sibuk

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

"Ini merupakan tahun kedua kami menerapkan Jisa Biz dengan slogan, "Jika pagi bisa berubah, setiap hari pun bisa berubah'," kata Koike.

Kampanye Jisa Biz muncul atas dorongan pemerintah pusat agar para pekerja diberikan fleksibilitas di tempat kerja, seperti pengaturan jam masuk untuk mengakomodasi pekerja perempuan serta meningkatkan partisipasi angkatan kerja lebih luas.

Pemerintah Kota Metropolitan Tokyo menjalankan kampanye serupa pada musim panas tahun lalu, saat itu sekitar 260 perusahaan ambil bagian.

Namun beberapa pekerja menganggap, dampak kampanye ini belum terlihat mengurangi kepadatan penumpang kereta di pagi hari.

Akira Monri, seorang developer aplikasi mengatakan, dia tidak melihat banyak perbedaan selama perjalanannya ke pusat Tokyo. Penyebabnya, tidak ada patokan jam berapa pemberlakuan Jisa Biz itu.

"Saya sudah melihat poster-posternya (pemberitahuan) tapi saya tidak yakin jam berapa yang harus kami hindari untuk memenuhi syarat sebagai Jisa Biz," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Internasional
5 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Internasional
8 hari lalu

Indonesia Pinjamkan Sepasang Komodo ke Kebun Binatang Jepang, Ditukar Panda Merah

Nasional
11 hari lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal