TEL AVIV, iNews.id - Seorang profesor matematika Israel didakwa merancang serangan teror terhadap ratusan warga Arab yang tinggal di Israel. Tak berhenti pada rencana pembantaian, dia juga disebut ingin memicu eksodus warga Arab dengan mendorong mereka meninggalkan Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat.
Jaksa penuntut Israel mengungkap skenario mengerikan tersebut dalam surat dakwaan terhadap profesor yang mengajar di Universitas Bar-Ilan itu. Rencananya diperkirakan menewaskan 600 hingga 700 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sang profesor juga disebut ingin mengusir warga Arab ke Yordania, Lebanon, maupun Gaza. Untuk mencapai tujuan itu, serangan dirancang sedemikian rupa agar menimbulkan ketakutan besar dan mendorong warga Arab melarikan diri dari wilayah mereka.
Pria berusia 60-an tahun itu ditangkap pada 17 September dan mengakui dakwaan yang ditujukan kepadanya. Identitasnya dirahasiakan berdasarkan undang-undang Israel yang melarang publikasi identitasnya.
Menurut Kejaksaan Agung Israel, profesor tersebut telah menyusun rencana secara lengkap dan detail selama hampir tiga tahun. Dia bahkan disebut berusaha mendapatkan bantuan dari elemen Angkatan Udara, korps artileri, dan korps lapis baja Israel.