Rencana "Ayit"
Profesor tersebut memberi nama rencananya "Ayit", yang dalam bahasa Ibrani berarti "Elang". Nama itu juga disebut sebagai akronim yang merujuk pada gagasan pengiriman atau pengusiran warga Palestina.
Dia mulai menyusun rencana tersebut pada Februari 2023, setelah terjadinya protes pada 2021 di sejumlah kota Israel dengan populasi campuran Arab-Yahudi.
Untuk mempersiapkan serangan, profesor tersebut memperoleh sejumlah foto udara Kota Bedouin Tuba-Zangariyye di wilayah utara Israel pada Maret 2023.
Dia juga beberapa kali mengunjungi lokasi tersebut untuk mempelajari rute akses dan jalur serangan yang dianggap strategis.
72 Penyerang Disiapkan
Dalam skenario tersebut, 72 penyerang Yahudi bersenjata dibagi menjadi 12 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari enam orang.