Bertambah, Jumlah Tentara AS yang Tewas Selama Perang Iran Jadi 14 Orang

Anton Suhartono
Pentagon mengungkap jumlah tentaranya yang tewas selama perang melawan Iran bertambah menjadi 14 orang (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memperbarui data jumlah tentaranya yang terdampak dalam perang melawan Iran pada Februari-April lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Selasa (26/5/2026), jumlah tentara AS yang tewas selama Operasi Epic Fury itu bertambah menjadi 14 orang.

Berdasarkan keterangan Pentagon, jumlah korban tewas terbaru disebabkan pemicu non-perang. Pasukan darat itu meninggal akibat luka-luka yang dideritanya pada Mei.

Tak disebutkan penyebab kecelakaan yang menimpa tentara yang identitasnya juga tak disebutkan itu.

Pada April, Pentagon menyatakan bahwa pasukan AS yang tewas selama Operasi Epic Fury mencapai 13 orang, sementara 415 lainnya luka.

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu pada 7 April (waktu AS) setelah diumumkan oleh Presiden Donald Trump, mengakhiri permusuhan yang berlangsung sejak 28 Februari. 

Setelah itu, Trump kembali mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sampai batas waktu yang tak ditentukan. Meski terikat dalam gencatan senjata, militer AS masih melancarkan serangan sporadis ke wilayah-wilayah Iran dengan dalih membela diri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak

8 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

14 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

15 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal