Terkait dengan korban tewas, menurut Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin, tercatat 11 warga sipil meninggal akibat tembakan artileri pasukan Kamboja.
"Di antara korban tewas itu, ada seorang anak laki-laki berusia delapan tahun," ungkap Somsak. Dia menambahkan, "Sebanyak 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka akibat serangan Kamboja."
Somsak menegaskan, serangan Kamboja, termasuk serangan terhadap rumah sakit, harus dianggap sebagai kejahatan perang.
Sementara itu, Kamboja belum mengeluarkan pernyataan mengenai adanya korban di pihak mereka dalam serangan ini.
Lebih lanjut, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet telah meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB sebagai tanggapan atas kekerasan tersebut. Menurut Hun Manet, serangan ini sangat mengancam perdamaian.
Sebagai informasi, kedua negara mengeluarkan pernyataan yang menuduh satu sama lain, karenanya memicu pertempuran yang terjadi hari ini, Kamis 24 Juli 2025.