Pertemuan itu terutama membahas kondisi ekonomi masyarakat Iran. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain lapangan pekerjaan, perumahan, serta berbagai persoalan yang muncul akibat sanksi Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya.
Pezeshkian sebelumnya juga mengungkapkan kondisi terkini Mojtaba setelah pemimpin tertinggi Iran itu sempat dilaporkan mengalami luka parah dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Pezeshkian memastikan Mojtaba kini dalam kondisi sehat sepenuhnya secara fisik.
Kantor berita IRNA juga sebelumnya melaporkan pertemuan antara Mojtaba dan Pezeshkian berlangsung selama 7 jam. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas berbagai tantangan yang sedang dihadapi Iran.
Dengan kondisi ekonomi, tekanan sanksi, serta persoalan sosial yang masih menjadi perhatian pemerintah, pesan Mojtaba mengenai pentingnya menjaga persatuan menjadi salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut.