Biadab, Aparat Myanmar Lepaskan Tembakan saat Pelayat Hadiri Pemakaman

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Myanmar saat menyatroni sejumlah kawasan untuk menumpas gerakan protes rakyat yang menentang kudeta militer di negara itu. (Foto: Reuters)

Korban tewas itu termasuk 40 orang di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay. Salah satu korban meninggal di kota itu adalah gadis berusia 13 tahun.

Berikutnya, paling sedikit 27 orang tewas di kota paling besar di Myanmar, Yangon. Seorang anak berusia 13 tahun lainnya juga dilaporkan tewas di wilayah Sagaing.

Setidaknya, ada enam anak berusia antara 10 dan 16 tahun yang masuk dalam daftar korban tewas pada Sabtu lalu, menurut beberapa laporan media dan saksi mata.

Sementara Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik mencatat, ada 12 orang lainnya yang tewas dalam berbagai insiden di tempat lain di Myanmar pada Minggu kemarin. Dengan begitu, total korban sipil tewas sejak kudeta militer di negara itu kini menjadi 459 jiwa.

Ribuan penduduk desa di daerah perbatasan terpaksa melarikan diri ke Thailand setelah serangan udara oleh militer Myanmar terhadap kelompok milisi etnik Karen—yang meningkatkan serangan mereka sejak kudeta.

Tidak ada laporan tentang aksi unjuk rasa berskala besar di Yangon ataupun Mandalay, Minggu kemarin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

4 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

9 hari lalu

E-Commerce Indonesia Ekspansi Rambah Kawasan Asia Tenggara, Thailand Pasar Pertama

21 hari lalu

Tangis Keluarga Pecah di Pemakaman Diding Boneng, Doa Menggema Penuh Haru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal