Di antara orang-orang yang didekatinya adalah mantan anggota parlemen dari Partai Likud, Moshe Feiglin.
Faksi Zehut pimpinan Feiglin diketahui menjalin kerja sama dengan partai sayap kanan radikal, Zionisme Religius, yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, menjelang pemilu 27 Oktober.
Jaksa mengatakan Feiglin tidak memberikan tanggapan, sehingga profesor tersebut berusaha memerasnya agar mau bergabung, sembari menggunakan berbagai metode untuk menyembunyikan rencana itu dan mencegahnya terungkap.
Profesor tersebut menamai rencananya dengan "Ayit", kata dalam bahasa Ibrani yang berarti "Elang". Kata itu juga akronim untuk frase yang bermakna bangsa ini akan melaksanakan pengiriman" merujuk pada pengusiran warga Palestina.
Dia mulai menyusun rencana tersebut pada Februari 2023, menyusul terjadinya protes pada tahun 2021 di kota-kota dengan populasi campuran Arab-Yahudi.