Bikin Pameran tentang Perbudakan Industri Pornografi, Museum Inggris Malah Dikecam

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi konten porno. (Foto: Sindonews)

“Kami sama sekali tidak mendukung pandangan yang dilaporkan dari organisasi ini (Exodus Cry) dan meminta maaf atas tekanan yang mungkin ditimbulkan oleh komunitas dan pengunjung kami,” kata Pye, Jumat (18/12/2020), dikutip Reuters.

“(Kami) akan menggunakan waktu ini untuk meninjau dan merenungkan tentang bagaimana kami dapat terus menyoroti keadaan perbudakan modern dan pekerjaan antiperdagangan manusia yang mengerikan,” ucapnya.

Sementara, Exodus Cry menyatakan pada awal pekan ini bahwa mereka merasa terhormat bisa menjalin kemitraan dengan Museum Perbudakan Internasional—yang dibuka pada 2007 dan berfokus pada perdagangan budak transatlantik.

Kepala eksekutif organisasi tersebut, Benjamin Nolot mengatakan, kritik terhadap pameran itu tidak menguntungkan dan tidak adil. Menurut dia, kritik publik (termasuk dari para aktivis antiperdagangan orang) seharusnya diarahkan kepada situs-situs porno yang mengambil keuntungan dari video pencabulan anak.

Nolot enggan mengomentari pengumuman tentang pembatalan pameran tersebut oleh pihak Museum Nasional Liverpool.

Exodus Cry menjadi berita utama bulan ini setelah tulisan kolom mereka dimuat New York Times. Dalam kolom tersebut, mereka mengungkapkan bahwa Pornhub—salah satu situs porno terbesar di dunia—memasukkan berbagai video pelecehan anak. Akibat tulisan itu, layanan keuangan Mastercard dan Visa menghentikan pembayaran untuk situs tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Hasil Liga Inggris: MU Hancur di Old Trafford, Liverpool Bangkit dan Tembus 4 Besar!

2 hari lalu

MUI Ingatkan Bahaya Pornografi hingga Narkoba di Ruang Digital, Anak Harus Dilindungi

6 hari lalu

Prediksi Line Up Liverpool di 2027, Van Dijk dan Alisson Diganti

7 hari lalu

Jadwal Liga Champions 2026-2027 Malam dan Dini Hari Nanti: PSG vs Barcelona, Liverpool Siap Tempur!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal