Sepanjang 2025, distrik ini tercatat dikunjungi wisatawan dari lebih dari 147 negara. Peluncuran Dubai Gold District berlangsung di tengah posisi Uni Emirat Arab sebagai salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia. Berdasarkan data resmi, pada periode 2024–2025 Uni Emirat Arab mengekspor emas senilai sekitar 53,41 miliar dolar AS, dengan Swiss, Inggris, India, Hong Kong, dan Turki sebagai mitra dagang utama. Secara global, UEA menempati posisi kedua sebagai destinasi perdagangan emas fisik terbesar.
CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE) yang berada di bawah Dubai Department of Economy and Tourism (DET), Ahmed Al Khaja, mengatakan, emas memiliki makna khusus bagi Dubai.
"Emas telah terjalin kuat dalam budaya dan kehidupan komersial Dubai, melambangkan warisan, kemakmuran, dan semangat kewirausahaan kami," ujarnya.
Menurut Ahmed, Dubai Gold District mencerminkan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam mendorong inovasi global. Kawasan ini diharapkan mampu menarik wisatawan internasional, mendorong investasi, serta memperkuat reputasi Dubai sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk dikunjungi, ditinggali, dan bekerja.