Blak-blakan, Pejabat Militer AS Akui Latih Tentara Ukraina Tenggelamkan Kapal Perang Rusia

Anton Suhartono
Pejabat Pentagon mengakui telah melatihan tentara Ukraina untuk menenggelamkan kapal perang Rusia menggunakan rudal Harpoon (Foto: Reuters)

Dia tidak menyebut nama kapal perang Rusia yang ditenggelamkan, namun Pentagon saat itu mengklaim salah satu kapal yang menjadi korban adalah logistik. Rusia sejauh ini belum mengonfirmasi serangan tersebut.

Namun seorang juru bicara Pentagon buru-buru mengklarifikasi pernyataan LaPlante. Dia mengatakan kepada Defense One bahwa pelatihan itu dilakukan di tempat lain.

Dia menjelaskan maksud LaPlante adalah pelatihan itu diberikan bersamaan dengan Memorial Day di AS, namun tempatnya di lokasi lain.

Pejabat militer lain yang meminta identitasnya tak disebutkan mengatakan kepada Defence One, pelatihan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga, namun berada di bawah pengawasan pasukan AS dan mitra asing. Tidak jelas di mana pelatihan diberikan serta lembaga apa yang melatih tentara Ukraina mengoperasikan rudal buatan Boeing itu.

Ukraina pertama kali menggunakan rudal anti-kapal buatan AS pada Juni. Rudal itu dikirim oleh Denmark yang juga sekutu di NATO. Setelah itu AS menjanjikan dua versi Harpoon sistem yang bisa dipasang di truk sebagai bagian dari paket bantuan 1 miliar dolar AS untuk Ukraina.

Menjelang pengiriman itu, seorang penasihat senior Ukraina mengatakan Pentagon sedang mempersiapkan rencana untuk menghancurkan Armada Laut Hitam Rusia. Paket ruda itu mencakup senjata anti-kapal seperti Harpoon. 

Namun para pejabat AS membantah pernyataan pejabat Ukraina itu, meskipun mengakui telah melatih tentara Ukraina sebelumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

4 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

5 hari lalu

Bahlil Pastikan Perusahaan Raksasa Rusia bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

5 hari lalu

Debat di DK PBB! China-Rusia Bela Iran, Tolak Pemberlakuan Kembali Sanksi Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal