WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan ingin melumpuhkan program nuklir Iran secara permanen. Dia menilai serangan militer AS sebelumnya, termasuk menggunakan pesawat pengebom siluman B-2, belum cukup untuk menjamin Teheran benar-benar menghentikan program nuklirnya.
Trump bahkan mengancam akan kembali menyerang Iran pada Minggu (25/10/2026) waktu AS jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Namun, dia menyatakan Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan lebih lanjut dengan menyepakati persyaratan Washington.
"Kami sedang memikirkannya, dan mungkin besok," kata Trump kepada wartawan pada Sabtu (24/10/2026), seperti dikutip dari Reuters.
Saat ditanya mengenai kemungkinan serangan baru terhadap Iran, Trump tidak memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaannya.
"Apa Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya melakukannya?" ujarnya.