Menurut Trump, Netanyahu seharusnya berterima kasih kepada AS atas upaya yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Dia juga menegaskan bahwa serangan Israel ke Lebanon seharusnya tidak terjadi karena dapat memperkeruh situasi kawasan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah Israel membombardir Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Minggu pagi. Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata masih berlaku.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga memperingatkan bahaya program nuklir Iran. Dia mengatakan Israel tidak akan mampu bertahan selama 24 jam jika Teheran memiliki senjata nuklir.
Kesepakatan damai awal antara AS dan Iran akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Namun beberapa isu penting, termasuk program nuklir Iran, belum dimasukkan dalam MoU dan akan dibahas dalam perundingan lanjutan.
AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi mengenai program rudal dan nuklir selama 60 hari setelah penandatanganan MoU. Trump menegaskan tidak akan ragu memerintahkan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran apabila negara itu menolak mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington.
Selain itu, Trump menyebut AS sebagai "penjaga Timur Tengah" dan mengatakan Washington berhak memperoleh imbalan berupa 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.