JENEWA, iNews.id - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan hasil inspeksinya tak menemukan tanda-tanda Iran membuat senjata nuklir. Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan sejak Sabtu (28/2/206), salah satu alasannya kegagalan Iran dalam mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.
Serangan itu terjadi saat kedua negara menggelar perundingan nuklir yang sudah berjalan tiga putaran. Pola yang sama dengan serangan Israel bersama AS ke Iran pada Juni 2025.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan pihaknya belum menemukan bukti adanya program Iran yang terkoordinasi untuk membangun senjata nuklir. Anehnya, AS dan Israel secara sepihak mengklaim sebaliknya.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, NBC News, Grossi mengatakan belum mengidentifikasi bahwa Iran menjalankan program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir.
Namun dia juga menegaskan, Iran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen, tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pengayaan pada level itu, kata dia, hanya dimiliki oleh negara-negara yang memiliki senjata nuklir.