Bos Telegram Pavel Durov Dibebaskan dari Tahanan Polisi Prancis, tapi...

Ahmad Islamy Jamil
Pendiri aplikasi Telegram, Pavel Durov. (Foto: AP)

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (26/8/2024) mengklaim keputusan untuk menangkap Durov sama sekali tidak bersifat politis, melainkan murni hukum. 

Telegram diluncurkan pada 2013 oleh Durov dan saudaranya, Nikolai. Aplikasi messenger alias perpesanan itu kini memiliki lebih dari 950 juta pengguna di seluruh dunia, menurut sebuah postingan yang dibuat Durov bulan lalu. Angka itu menjadikannya salah satu platform pengiriman pesan yang paling banyak digunakan di dunia.

Percakapan di aplikasi tersebut dienkripsi. Itu artinya lembaga penegak hukum–dan bahkan Telegram sendiri–hanya memiliki sedikit pengawasan terhadap apa yang diunggah para pengguna.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

5 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

6 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

13 hari lalu

Belasan Ribu Polisi Prancis Demonstrasi, Tuntut Kenaikan Gaji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal