Perintah evakuasi yang diberikan untuk pertama kalinya itu mencakup sebagian besar Kota Tyre, termasuk di sekitar kastil kuno.
Beberapa warga Tyre mengungkapkan tak ingin pindah karena kota itu meninggalkan kenangan yang dalam.
“Lebih baik kami mati dengan bermartabat daripada hidup di jalanan,” kata Batoum Zalghout (25).
Dia tetap berada di kota itu namun menjauhi lokasi yang menjadi target serangan Zionis.
Militer Israel mengklaim akan menyerang pusat komando dan kendali Hizbullah di Tyre.