NAYPYIDAW, iNews.id - Serangan udara pasukan junta militerMyanmar terhadap pasar di Negara Bagian Rakhine, Senin (28/9/2026), menewaskan puluhan orang. Rakhine merupakan wilayah di Myanmar yang dihuni etnis Rohingya yang mayoritas beragama Islam.
Kelompok pemberontak Rakhine, Arakan Army, menyatakan, setidaknya 33 orang tewas dan 36 lainnya luka dalam serangan udara di Kota Kyauktaw.
Jumlah korban tersebut turut dikonfirmasi seorang pekerja kemanusiaan Wai Hun Aung, yang memiliki tim yang beroperasi di wilayah itu.
"Lokasi ini cukup jauh dari area pertempuran dan tidak ada kaitannya dengan konflik tersebut," ujar Wai Hun Aung, merujuk pada Kyauktaw, kota di tepi sungai yang terletak di bagian utara negara bagian itu, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2026).
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Myanmar. Juru bicara pemerintah belum merespons permintaan komentar.
Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak kudeta Aung San Suy Kyi.pada 2021 memicu perang saudara, di mana sejumlah kelompok bersenjata, termasuk Arakan Army, melawan militer di berbagai garis depan pertempuran.
Arakan Army dan Wai Hun Aung menyatakan serangan udara di Kyauktaw merupakan salah satu insiden paling mematikan di Rakhine sejak serangan udara terhadap sebuah rumah sakit di wilayah barat negara bagian itu pada Desember 2025 yang menewaskan sedikitnya 30 orang.