Bukan Militer, Trump Gelar Operasi Perang Ekonomi terhadap Iran

Anton Suhartono
Donald Trump mengumumkan langkah baru untuk menekan Iran dengan operasi ekonomi yang menghancurkan (Foto: AP)

Lebih lanjut Trump mendesak negara-negara sekutu-sekutu untuk bergabung dengan AS dalam mengisolasi Iran.

"Kita membutuhkan seluruh sekutu untuk berdiri bersama AS untuk mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran," katanya.

Di bagian akhir, dia mengulangi sikap pemerintah AS mengenai program nuklir Iran.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," katanya.

Sementara itu, dalam komentarnya, kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, menyebut ancaman terbaru Trump itu sebagai versi baru dari kampanye tekanan maksimum yang akan gagal.

“Donald Trump, yang sepanjang masa kepresidenannya telah mengejar kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, dan setelah kegagalan kebijakan ini beralih ke ancaman militer, sekali lagi menggunakan taktik 'perang ekonomi,' dengan mengeklaim 'perang ekonomi' terhadap Iran,” bunyi pernyataan.

Disebitkan, AS sejak bertahun-tahun lalu berupaya membatasi hubungan keuangan dan perdahgangan Iran dengan dunia luar. Dari situ Iran belajar banyak untuk menjadi negara mandiri.

“Iran telah belajar untuk menghindari pembatasan ini dan telah mahir melakukannya,” demikian penyataan Tasnim.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Perang Bisa Meluas, Iran Incar Pangkalan AS di Bulgaria

12 jam lalu

Trump Klaim Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

13 jam lalu

Iran Ancam Serang Kabel Internet di Selat Hormuz jika Diserang AS Lagi

17 jam lalu

Gawat! Iran Incar Pangkalan Militer AS di Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal