Buntut Pembunuhan George Floyd, Trump Teken Perintah Reformasi Kepolisian

Anton Suhartono
Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meneken perintah untuk mereformasi kepolisian sebagai respons atas pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh petugas di Minneapolis.

Perintah eksekutif tersebut menekankan pada tiga hal, yakni kualifikasi dan sertifikasi polisi, meningkatkan pertukaran informasi untuk melacak petugas yang diduga menggunakan kekuatan berlebihan, serta pembuatan program co-reponder terkait kasus kesehatan mental, kecanduan narkoba, maupun tunawisma.

Selain itu departemen kepolisian tidak boleh menggunakan cara mengunci leher tersangka kejahatan, melakukan aktivitas fisik yang bisa membatasi kemampuan tersangka bernapas dengan tujuan melumpuhkan kecuali dalam situasi yang diizinkan oleh hukum.

Lebih lanjut Trump menentang rencana membubarkan atau merombak total kepolisian, sebagaimana disetujui dewan kota Minneapolis. Dia bahkan menyebut gagasan tersebut radikal.

"Tanpa polisi, akan terjadi kekacauan. Tanpa hukum, akan muncul anarkistis, dan tanpa keamanan, akan terjadi kehancuran," ujarnya, dikutip dari Xinhua, Rabu (17/6/2020).

Keputusan Trump ini diambil bersamaan dengan rencana parlemen untuk mereformasi kepolisian. Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang dipimpin politikus Partai Demokrat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk memastikan para petugas polisi bertanggung jawab atas pelanggaran serta meningkatkan transparansi.

Senat AS yang dipimpin politikus Partai Republik juga menyusun paket aturan yang berfokus pada pelaporan, akuntabilitas, pelatihan, dan hubungan kepolisian.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Trump Tunda Lagi Serang Fasilitas Energi Iran: Mereka Minta 7, Saya Kasih 10 Hari

Internasional
4 jam lalu

AS Pertimbangkan Perlakukan Iran seperti Venezuela, Ambil Alih Pasokan Minyak

Internasional
8 jam lalu

AS Akan Terus Gempur Iran meski Perundingan Damai Berlangsung

Internasional
16 jam lalu

15 Tuntutan AS vs Iran Terungkap: Syarat Damai Bertolak Belakang, Mungkinkah Deal atau Buntu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal