WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengecam kudeta di Burkina Faso. Militer menggulingkan pemerintahan sah pada Jumat (30/9/2022) setelah terjadi insiden di ibu kota.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington DC prihatin dengan kudeta yang berlangsung dua kali dalam 8 bulan terakhir.
“Kami mencatat bahwa untuk kedua kalinya dalam 8 bulan, perwira militer telah menegaskan bahwa mereka membubarkan pemerintah dan Majelis Nasional serta menangguhkan konstitusi. Kami bersama dengan mitra kami di ECOWAS, Uni Afrika, dan Uni Eropa mengecam tindakan ini serya kekerasan yang sedang berlangsung," kata Price, dikutip dari Sputnik, Minggu (2/10/2022).
Kudeta ini, lanjut dia, merusak agenda yang telah disepakati untuk kembali ke pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis.
Dia juga mendesak pihak-pihak bertanggung jawab untuk meredakan situasi.
"Amerika Serikat sangat prihatin dengan peristiwa di Burkina Faso," kata Price, seraya menambahkan pemerintahannya memantau dengan cermat situasi yang berubah-ubah seraya kami menyerukan agar semua pihak terlibat untuk menahan diri.