Cerita Cawalkot Muslim New York Mamdani, Keluarga Diserang Pasca-Tragedi 11 September

Anton Suhartono
Zohran Mamdani mengenang masa kelam pasca-tragedi 11 September yang menimpa keluarganya (Foto: AP)

Dua dekade kemudian, Mamdani berdiri di garis depan politik New York dengan misi menyatukan warga melalui keadilan sosial dan toleransi.

Meski menghadapi serangan politik bernuansa Islamofobia dari lawan-lawannya, dia memilih menjawab dengan keberanian dan empati.

Serangan Kebencian yang Tak Pernah Hilang

Menurut data Council on American-Islamic Relations (CAIR), serangan terhadap Muslim Amerika meningkat tajam setelah 9/11 dan belum sepenuhnya mereda hingga kini. Bentuknya beragam, mulai dari ujaran kebencian, diskriminasi di tempat kerja, hingga kekerasan fisik.

Kasus terbaru yang dialami Mamdani menunjukkan bahwa bayang-bayang Islamofobia masih kuat di ranah politik Amerika. Beberapa lawannya bahkan menuduhnya “simpatisan teroris,” tuduhan yang mencerminkan pola lama dari dua dekade silam.

Meski terus diserang, Mamdani justru mengalami lonjakan dukungan publik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...

12 jam lalu

Tak Sebut Nama AS, PM Jepang Takaichi: Cukup Negara Kami yang Dibom Atom!

13 jam lalu

Nah, Jenderal Kepala Staf Gabungan AS Sebut Militernya Tak Akan Menang Perang Lawan Iran

13 jam lalu

Iran: AS-Israel Kehabisan Kata-Kata untuk Jelaskan Kegagalan Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal