China Larang Jenazah Dikubur, Peti Mati pun Diubah Jadi Furnitur

Anton Suhartono
Peti mati bekas di China didaur ulang menjadi furnitur (Foto: SCMP)

Seorang pemilik mebel lain mengatakan, peti-peti itu diolah terlebih dulu ke pabrik kayu sehingga tidak tampak sebagai tempat penyimpan jenazah lagi. Setelah itu baru diolah menjadi kursi, lemari, dan lainnya.

Menyusul larangan mengubur jenazah, memiliki atau membuat peti mati telah dilarang. Dengan demikian para pengerajin saat ini mengutamakan menghabiskan stok peti yang ada.

Pemerintah Provinsi Jiangxi menetapkan batas waktu September 2018 bagi semua warga untuk mengkremasi jenazah. Warga pun menerima dengan setengah, mengingat beberapa di antaranya masih memegang tradisi mengubur jenazah.

Tak hanya peti, bahkan uanh kertas replika yang kerap digunakan dalam proses penguburan atau kremasi jenazah juga dilarang.

Di Cina, kebiasaan membakar uang kertas atau memberikan replika barang elektronik dan mobil mewah kepada keluarga yang ditinggal sudah menjadi tradisi. Barang-barang itu diyakini akan diterima di akhirat pada bulan ketujuh kalender lunar di China. Selain itu tanggal paling penting adalah 15 di bulan tersebut yang juga dikenal sebagai Festival Hantu Lapar atau Zhongyuan Jie.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Destinasi
13 jam lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Internasional
15 jam lalu

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Internasional
3 hari lalu

China Klaim Latihan Perang Kepung Taiwan Sukses, Gagalkan Upaya Separatisme

Internasional
4 hari lalu

Trump Yakin Xi Jinping Tak Akan Serang Taiwan di Tengah Latihan Perang China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal