China Larang Jenazah Dikubur, Peti Mati pun Diubah Jadi Furnitur

Anton Suhartono
Peti mati bekas di China didaur ulang menjadi furnitur (Foto: SCMP)

BEIJING, iNews.id - Beberapa provinsi di China memberlakukan aturan baru yang melarang jenazah dikubur, melainkan harus dikremasi. Kebijakan 'zero burials' yang berlaku sejak enam bulan lalu ini bertujuan menghemat lahan, mengingat China merupakan negara dengan populasi manusia yang besar.

Hal ini pun berdampak pada mangkraknya peti mati. Dengan kebijakan ini, warga diharuskan menyerahkan peti mati mereka untuk dihancurkan atau didaur ulang. Pemerintah memang memberikan kompensasi atas peti mati, namun jumlahnya tak sebanding dengan usaha mereka menabung bertahun-tahun untuk membeli satu peti.

Peti mati itu akan dijual ke pengerajin kayu untuk diubah fungsinya menjadi furnitur.

Pengerajin di Kota Suqian dan Jiangsu merupakan beberapa dari sekian tempat pengolahan kayu. Bahkan mereka menerima peti mati dari berbagai tempat.

Peti mati kayu, berkelir hitam dan merah sebagai identitas tradisional, menumpuk di sebuah lokasi di Kota Suqian. Seorang pemilik usaha mebel mengatakan, peti-peti itu dibeli dengan harga sangat murah selama dua bulan terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
22 jam lalu

Viral, Influencer Cantik Ini Kena Tipu hingga Jadi Gelandangan di Kamboja

Internasional
2 hari lalu

Kecam Serangan AS ke Venezuela, China: Tak Satu Negara pun Boleh Jadi Polisi Dunia!

Destinasi
4 hari lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Internasional
4 hari lalu

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal