China Minta Warganya di Turki Lebih Waspada Terkait Isu Muslim Uighur

Anton Suhartono
Demonstran menginjak gambar Presiden Xi Jinping dalam aksi protes di kantor konsulat China di Istanbul, Turki, pada 2018 (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Kabar mengenai penahanan tanpa proses pengadilan terhadap sekitar 1 juta muslim Uighur di Xinjiang, China, menjadi perhatian dunia. Negara-negara Barat ikut memberikan perhatian, bahkan Amerika Serikat (AS) sudah memberikan sanksi kepada pejabat negara itu.

Negara lain yang juga vokal mengkritik keras penahanan tersebut adalah Turki. Pasalnya, ada minoritas muslim berbahasa Turki di Xinjiang yang ikut ditahan.

Dalam pernyataannya di situs web, Kedutaan Besar China di Ankara meminta agar warganya, baik yang bermukim maupun berwisata ke Turki, untuk lebih memperhatikan keamanan mereka.

"Kami sekali lagi meminta kepada warga China di Turki dan para turis yang berkunjung ke Turki untuk lebih waspada dan memperhatikan keamanan masing-masing termasuk barang bawaan," seperti dikutip dari AFP, Kamis (14/2/2019).

Imbauan ini keluar setelah Kementerian Urusan Luar Negeri Turki mengeluarkan penyataan soal sikap pemerintah terhadap penahanan muslim Uighur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
2 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
3 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
8 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal