China Susun Daftar 100 Bentuk Campur Tangan AS dalam Urusan Hong Kong

Ahmad Islamy Jamil
Victoria Harbour di depan gedung pencakar langit di Hong Kong, China. (Foto: Reuters)

Kini, China mengkritik Biden karena menyebut penutupan surat kabar Apple Daily sebagai “hari yang menyedihkan bagi kebebasan media” dan tanda “penindasan intensif oleh Beijing” di Hong Kong.

The Apple Daily adalah tabloid prodemokrasi populer yang didirikan oleh taipan Jimmy Lai. Saat ini, Lai berada di penjara dan menunggu persidangan atas tuduhan keamanan nasional.

The Apple Daily terpaksa ditutup menyusul penggerebekan oleh 500 polisi di kantor pusatnya pada 17 Juni, disusul pembekuan aset-aset penting dan rekening bank milik media itu.

Pihak berwenang China mengatakan, puluhan artikel surat kabar itu diduga telah melanggar UU Keamanan Nasional. Sementara para kritikus menilai UU itu telah digunakan Beijing untuk melumpuhkan kebebasan berbicara dan mengikis kebebasan mendasar lainnya yang dijamin dalam Hukum Dasar (semacam konstitusi warisan kolonial di Hong Kong).

Para pejabat China dan Hong Kong menyangkal tuduhan itu. Mereka mengatakan, undang-undang tersebut justru bertujuan untuk mengembalikan ketertiban di Hong Kong, pasca demonstrasi besar anti-China selama berbulan-bulan yang terkadang disertai kekerasan pada 2019.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
16 jam lalu

Menlu Iran Araghchi Diusir AS, Ini Respons Teheran

20 jam lalu

Tolak Bertekuk Lutut, Iran Siap Perang dan Negosiasi dengan AS

18 jam lalu

Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?

24 jam lalu

Negara-Negara G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal