Di bagian barat lahan tersebut terdapat halaman dengan bentuk persegi panjang. Sementara di luar dinding selatan terdapat alun-alun seluas hampir 880 meter persegi. Penemuan itu menunjukkan tata letak istana kuno yang khas, di mana wilayah administratif istana kerajaan berada di depan tempat tinggal.
"Penataan ruang dari halaman yang begitu besar dan kota istana yang menempatkan wilayah administratif di depan ruang keluarga kerajaan, ini melahirkan metode pengkajian terhadap arsitektur istana di China," ujar He Nu, peneliti di Akademi Ilmu Sosial China.
Dia menambahkan, tata letak istana kuno itu secara langsung memengaruhi perencanaan ibu kota di dinasti berikut, termasuk Xia dan Shang.
Sementara itu Direktur Institut Penelitian Relik Budaya dan Arkeologi Kota Zhengzhou Gu Wanfa mengatakan, halaman lain yang terletak di bagian timur situs itu memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi. Di sana terdapat tiga gerbang megah.
Sebelumnya, para arkeolog menggali istana kuno paling awal di China di situs peninggalan Erlitou. Situs tersebut berfungsi sebagai ibu kota untuk periode pertengahan dan akhir Dinasti Xia (sekitar 2070-1600 SM), dinasti paling awal di China.
Penemuan terbaru ini bisa membantu menentukan sistem istana China ke tanggal yang lebih awal.