JAKARTA, iNews.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi salah satu penentu penting dalam pergerakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Selain memengaruhi daya beli masyarakat, harga BBM juga berkaitan erat dengan kebijakan energi, arah subsidi pemerintah, serta stabilitas fiskal suatu negara.
Harga BBM belakangan melonjak signifikan imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang mengerek harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah jenis Brent terpantau menyentuh 97,68 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level 91,54 dolar AS per barel (per 7 Mei 2026).
Sementara itu, di saat yang sama, permintaan energi justru tetap tinggi seiring pemulihan ekonomi di berbagai negara, sehingga mendorong harga minyak mentah naik.
Perlu dipahami, harga BBM memang tidak bersifat tetap. Pergerakannya sangat bergantung pada dinamika pasar global, termasuk kebijakan produksi negara-negara penghasil minyak, fluktuasi nilai tukar, hingga kondisi geopolitik.
Dalam kondisi seperti sekarang, tekanan terhadap harga cenderung lebih kuat karena banyak faktor terjadi secara bersamaan.