Dampak Perang Timur Tengah, Thailand Berlakukan WFH hingga Batasi Jam Operasional SPBU

Anton Suhartono
Pemerintah Thailand mengumumkan kebijakan pengetatan energi dampak dari perang di Timur Tengah (Foto: ThaiPBS)

Pemerintah Thailand, lanjut Periswiwatana, juga sedang mengembangkan program penghematan energi secara luas. Nantinya SPBU tidak lagi beroperasi 24 jam, melainkan tutup dari pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat.

“Timur Tengah adalah pemasok energi terbesar di dunia, dan konflik yang sedang berlangsung menyebabkan volatilitas konstan pada harga minyak dan energi global. Pemerintah menganggap penanganan krisis energi yang mengancam sebagai prioritas utama,” kata Periswiwatana.

Thailand juga tengah mempelajari proposal dari kementerian energi untuk memperkenalkan langkah-langkah penghematan lebih ketat lagi jika krisis energi memburuk.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Ketegangan AS-Iran Berpotensi Mengarah ke Perang Ketahanan, Ini Penentunya

Internasional
4 jam lalu

Iran: Blokade AS atas Selat Hormuz Bakal Gagal Capai Tujuan

Nasional
5 jam lalu

Kemlu Fasilitasi Evakuasi dan Repatriasi 2.999 WNI di Timur Tengah, Pastikan Tak Ada Warga Terlantar

Internasional
5 jam lalu

Trump Dapat Pengarahan soal Perang Iran, Serangan Darat Tetap Masuk Opsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal