Dana Cadangan Afghanistan Rp50 Triliun Diambil untuk Kompensasi Korban 9/11, Demonstran: AS Pencuri!

Anton Suhartono
Warga afghanistan mengecam keras Perintah Eksekutif yang diteken Presiden AS Joe Biden soal dana cadangan untuk kompensasi korban 9/11 (Foto: AP)

Dia curiga dana tersebut tak ditujukan sebagai bantuan kemanusiaan namun untuk membantu mengamankan mata uang, kebijakan moneter, serta mengelola neraca pembayaran negara.

Farhadi juga mempertanyakan legalitas Inpres yang dikeluarkan Biden.

"Cadangan dana ini milik rakyat Afghanistan, bukan Taliban. Keputusan Biden ini sepihak dan tidak sesuai dengan hukum internasional. Tidak ada negara lain di Bumi yang membuat penyitaan cadangan negara lain seperti ini," kata Farhadi, dikutip dari Associated Press, Minggu (13/2/2022).

Setelah Biden meneken Inpres media sosial ramai dengan tanda pagar #USA_stole_money_from_afghan yang digaungkan kalangan warga Afghanistan di AS. Cuitan berulang kali juga mengungkpkan pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Arab Saudi, bukan Afghanistan.

Secara keseluruhan, Afghanistan memiliki aset sekitar 9 miliar dolar AS di luar negeri, termasuk 7 miliar yang dibekukan di AS. Sisanya, sebagian besar berada di Jerman, Uni Emirat Arab dan Swiss.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Pertimbangkan Serang Fasilitas Nuklir Iran, Gunakan "Ibu dari Segala Bom"?

2 hari lalu

Trump Tegaskan Tak Perlu Senjata Nuklir Hantam Iran

3 hari lalu

Penembakan SD di Oregon Tewaskan 3 Anak, Pelaku 16 Tahun Ditembak Mati Warga

4 hari lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal