Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?

Anton Suhartono
Greenland dulunya jauh dari hiruk-pikuk politik global, namun kini menjadi rebutan kekuatan besar dunia (Foto: AP)

Kekayaan inilah yang membuat Greenland tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpencil, melainkan sebagai aset strategis bernilai tinggi.

Amerika, Rusia, dan China Berebut Pengaruh

Amerika Serikat menilai penguasaan Greenland penting untuk mencegah meluasnya pengaruh Rusia dan China di Arktik. Trump bahkan secara terbuka menyatakan bahwa jika AS tidak bertindak, maka dua rival utamanya itu akan “mengambil alih” Greenland.

Di sisi lain, Rusia terus memperkuat kehadiran militernya di wilayah Arktik, sementara China, meski bukan negara Arktik—secara agresif menanamkan investasi dan menyebut dirinya sebagai “negara dekat Arktik”.

Persaingan ini menjadikan Greenland sebagai medan tarik-menarik kekuatan global, bukan sekadar isu regional.

Greenland Menolak Jadi Objek Kekuasaan

Di tengah rivalitas tersebut, para pemimpin politik Greenland dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk aneksasi atau pemaksaan kehendak. Lima partai politik di Greenland sepakat menyuarakan pesan keras: masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding

57 tahun lalu

Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!

57 tahun lalu

Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal