Demo Berujung Kekerasan di Paris, 100 Orang Luka dan 200 Ditangkap

Nathania Riris Michico
Seorang demonstran mengenakan jaket kuning bertuliskan “Macron, pencuri, pembohong, penjahat, pergi, warga mengusir Anda” dekat Champs-Elysees dalam unjuk rasa di Paris, Sabtu, 1 Desember 2018. (Foto: AP)

Para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan, menghancurkan kaca-kaca toko, mengobarkan api dan melempari polisi dengan batu, yang kemudian membalasnya dengan gas air mata, granat kejut, dan meriam air.

Sebagai perbandingan, sejumlah unjuk rasa lain di tempat lain di Prancis pada umumnya berlangsung damai.

Hingga Sabtu malam, polisi mengatakan setidaknya 224 orang ditangkap di Paris. Sedikitnya 80 orang cedera, termasuk polisi anti huru-hara.

Para demonstran turun ke jalan-jalan karena frustasi dengan kenaikan pajak, khususnya pajak bahan bakar minyak (BBM), dan kepemimpinan Presiden Emannuel Macron.

Banyak demonstran yang mengenakan rompi berwarna kuning terang, yang biasanya disimpan para pengemudi di Prancis di dalam mobil mereka. Demonstrasi ini kemudian dikenal sebagai demonstran “jaket kuning.”

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
18 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
19 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
19 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal