PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis meliburkan seluruh sekolah menengah atas (SMA) sepanjang pekan ini, menyusul semakin meluasnya demonstrasi pelajar di negara itu. Massa mendesak perbaikan sistem pendidikan di Prancis.
Mereka mendesak pemerintah memecat guru yang sering absen, memperpanjang waktu istirahat makan siang, dan mengubah durasi pada hari-hari sekolah.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengumumkan penutupan SMA di seluruh Prancis. Ratusan ribu pelajar SMA turun ke jalan di penjuru negara itu, memicu bentrokan dan perusakan.
Polisi menembakkan gas air mata ke demonstran yang memblokade dan membakar sekolah-sekolah, Selasa (6/10/2026).
“Membakar sekolah tidak akan memperbaiki kondisi bangunan SMA,” kata Lecornu, seperti dkutip dari Al Jazeera, Rabu (7/10/2026).