Pihak berwenang memperkirakan jumlah pengunjuk rasa di seluruh negeri sekitar 250.000 orang, namun penyelenggara memperkirakan jumlah siswa dan aktivis mendekati 500.000 orang.
Serikat Siswa SMA Prancis menyatakan, hampir 2.000 sekolah diblokade atau ditutup pada Selasa.
Al Jazeera melaporkan, sejak demonstrasi pecah 2 pekan lalu, jumlah massa yang terlibat semakin banyak. Bahkan orang tua dan guru ikut turun ke jalan.
“Orang tua dan guru mengatakan ingin berada di sini bukan hanya untuk mendukung anak-anak, tapi juga melindungi mereka karena khawatir adanya provokator yang mungkin menyusup ke unjuk rasa dan penggunaan kekuatan kepolisian yang berlebihan,” kata Natacha Butler, jurnalis Al Jazeera.
Di Kota Marseille, Nantes, dan Lyon, para demonstran turun ke jalan sambil mengangkat plakat bertulis “Mereka Benar-Benar Tidak Peduli kepada Kita” dan “Bertahan Hidup atau Belajar”.