Penasihat Hukum Gedung Putih Will Scharf bersama timnya juga tengah mempelajari batas-batas kewenangan presiden.
"Hal-hal yang dikaji mencakup apa yang secara hukum dapat dilakukan Trump sendiri, sejauh mana dia bisa mendorong batas kewenangannya, serta bagaimana mempertahankan keputusan-keputusan tersebut di pengadilan," kata seorang pejabat Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/11/2026).
Jika Demokrat berhasil menguasai Kongres, mereka akan memiliki kekuatan untuk menyelidiki pemerintahan Trump, memblokir rancangan undang-undang, serta membatasi prioritas belanja pemerintahannya.
Namun, Trump masih memiliki kewenangan eksekutif yang luas, terutama dalam urusan perdagangan, kebijakan luar negeri, dan birokrasi federal. Kewenangan tersebut telah digunakannya secara agresif selama masa jabatan keduanya.
Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi di DPR dan Senat AS untuk membalikkan keunggulan tipis Partai Republik. Saat ini, Partai Republik menguasai DPR dengan perbandingan 218-214 kursi, sedangkan di Senat mereka unggul 53-47 kursi.