TEL AVIV, iNews.id - Ratusan ribu bahkan jutaan warga Israel menggelar demonstrasi sepanjang Minggu (17/8/2025) pagi hingga malam untuk menuntut pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membebaskan sandera di Jalur Gaza.
Namun pemerintah Zionis ngotot akan melancarkan serangan untuk mencaplok Kota Gaza, meski risikonya mengorbankan nyawa sekitar 20 sandera Israel yang diyakini masih hodup serta 30 lainnya yang telah tewas.
Penyelenggaran mengklaim demonstrasi yang digelar di Alun-Alun Sandera, Tel Aviv, pada Minggu malam saja dihadiri lebih 300.000 orang. Jika digabung dengan aksi pada pagi serta diberbagai kota lainnya sepanjang hari, jumlahnya diperkirakan menembus 1 juta orang.
Anggota keluarga para sandera menyerukan aksi mogok nasional sampai semua sandera dibebaskan. Dalam konferensi pers di Tel Aviv pada Minggu malam, keluarga sandera mengumumkan gerakan mogok yang diberi nama “istirahat darurat” hingga para sandera dibebaskan.
“Hari ini, kita hentikan segalanya demi menyelamatkan nyawa 50 sandera dan tentara. Hari ini, kita hentikan segalanya demi mengingat nilai tertinggi dari kesucian hidup,” kata Anat Engrest, ayah dari Matan Zangauker, sandera Israel yang masih ditahan di Gaza, dikutip dari CNN, Senin (18/8/2025).