Demonstran Israel Makin Beringas, Serang Rumah PM Netanyahu Pakai Flare

Anton Suhartono
Demonstran Israel menyerang rumah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Kota Caesarea menggunakan flare (Foto: AP)

Pengadilan melarang publikasi terkait hasil penyelidikan maupun indentitas para pelaku setidaknya selama 30 hari.

Ketua parlemen Israel Knesset Amir Ohana menuduh demonstran anti-pemerintah di balik insiden itu. Hal itu didasarkan atas coretan di tembok dan jalaman yang isinya mirip dengan demonstrasi pada awal 2023, jauh sebelum pecahnya perang. Para aktivis menentang reformasi peradilan yang digulirkan pemerintahan sayap kanan Netanyahu karena hanya akan melanggengkan kekuasaannya dan menghindari dari tuntutan hukum terkait kasus korupsi.

Kepala Shin Bet Ronen Bar menyebut serangan flare tersebut merupakan insiden sangat serius, keluar dari aturan demonstrasi yang legal.

"Kita tidak menerima tindakan kekerasan apa pun terhadap simbol-simbol negara. Setiap kasus akan ditangani dengan sangat keras," kata Bar, dikutip dari Al Jazeera.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kehakiman Israel Yariv Levin menuduh para pelaku berusaha menghancurkan pemerintah dari dalam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Nah, Trump Tolak Dukung Netanyahu Lagi di Pemilu Israel

2 hari lalu

Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya

3 hari lalu

Netanyahu Sebut Musuh-Musuh Akan Serang Israel Jelang Pemilu Oktober

4 hari lalu

Uni Emirat Akhirnya Akui Netanyahu Temui Presiden Sheikh MBZ di Abu Dhabi, Ini yang Dibahas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal