Demonstrasi di Filipina Rusuh, Massa Serang Polisi Jarah Hotel

Anton Suhartono
Demonstrasi anti-pemerintah di berbagai kota Filipina diwarnai kerusuhan, Minggu (21/9) (Foto: AP)

Presiden Marcos berjanji bahwa penyelidikan tersebut tidak akan menyisakan "sapi keramat" setelah muncul laporan anomali dalam anggaran pengendalian banjir sebesar 1,9 triliun peso dalam 15 tahun terakhir.

Massa menyemut dari Taman Luneta di Manila hingga Monumen Kekuatan Rakyat di Kota Quezon. Para demonstran mengecam apa yang mereka sebut sebagai pencurian yang dilembagakan serta patronase politik yang disamarkan dalam struktur pekerjaan umum.

"Kita akan mewarisi negara ini suatu hari nanti. Bagaimana kita bisa berkembang di bawah pemerintahan yang korup?" ujar Paolo Chaves (24), seorang demonstran yang juga mahasiswa kedokteran Universitas Filipina-Manila, kepada The Straits Times.

"Kami muak dengan sistem yang busuk ini," katanya, menegaskan.

Banyak demonstrasn membawa baner bertuliskan "Kembalikan uang kami yang dicuri" dan "Semua yang terlibat harus bertanggung jawab".

Polisi dan penyelenggara memperkirakan sekitar 115.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI

15 hari lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

16 hari lalu

Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami

20 hari lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal